{"id":81828,"date":"2026-07-02T15:36:13","date_gmt":"2026-07-02T08:36:13","guid":{"rendered":"https:\/\/pendidikanmatematika.walisongo.ac.id\/?p=81828"},"modified":"2026-07-02T15:36:13","modified_gmt":"2026-07-02T08:36:13","slug":"mahasiswa-calon-guru-harus-melek-teknologi-dan-ai-fst-uin-walisongo-bekali-peserta-plp-hadapi-era-pendidikan-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pendidikanmatematika.walisongo.ac.id\/?p=81828","title":{"rendered":"Mahasiswa Calon Guru Harus Melek Teknologi dan AI: FST UIN Walisongo Bekali Peserta PLP Hadapi Era Pendidikan Digital"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Semarang<\/strong> \u2013 Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan kegiatan <strong>Pembekalan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP)<\/strong> bagi seluruh mahasiswa program studi kependidikan pada <strong>Rabu, 2 Juli 2026<\/strong>. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi pendidikan di lingkungan FST, termasuk <strong>Program Studi Pendidikan Matematika<\/strong>, sebagai bekal sebelum melaksanakan praktik di sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan pembekalan dibuka oleh <strong>Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Prof. Dr. H. Fatah Syukur, M.Ag<\/strong>. yang menekankan pentingnya kesiapan calon guru dalam menghadapi transformasi pendidikan di era digital. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa guru masa kini tidak hanya dituntut menguasai kompetensi pedagogik, tetapi juga harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><em>&#8220;Mahasiswa sebagai calon pendidik harus melek teknologi. Kemampuan mengintegrasikan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), dalam proses pembelajaran bukan lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan. AI harus dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan menggantikan peran guru,&#8221;<\/em> pesan Prof. Fatah.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Beliau juga mengajak seluruh peserta PLP untuk terus mengembangkan kompetensi digital, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan sehingga mampu menciptakan pembelajaran yang inovatif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai narasumber utama, FST menghadirkan <strong>Eko Adinuryadin, S.Pd., M.Pd.<\/strong>, <strong>Kepala SMAN 10 Semarang (2025\u2013sekarang)<\/strong> sekaligus <strong>Plt. Kepala SMAN 11 Semarang (2026\u2013sekarang)<\/strong>. Dalam paparannya, beliau membahas <strong>&#8220;Menjadi Guru Profesional di Era Digital&#8221;<\/strong>, yang mengulas berbagai strategi pembelajaran yang berdampak dan sesuai dengan perkembangan pendidikan saat ini.<\/p>\n\n\n\n\n\n<p>Menurut Bapak Eko Adinuryadin, S.Pd., M.Pd., guru profesional harus mampu bertransformasi dari sekadar penyampai materi menjadi fasilitator pembelajaran yang mampu menciptakan pengalaman belajar bermakna bagi peserta didik. Guru juga dituntut memiliki kemampuan literasi digital, berpikir inovatif, serta memanfaatkan teknologi secara tepat dalam merancang pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Beliau menjelaskan bahwa pembelajaran yang berdampak dapat diwujudkan melalui beberapa pendekatan utama, di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Student Centered Learning (SCL)<\/strong>, yaitu pembelajaran yang berpusat pada peserta didik sehingga mendorong keaktifan, kemandirian, dan keterlibatan penuh dalam proses belajar.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Project Based Learning (PjBL) dan Problem Based Learning (PBL)<\/strong>, yang memberikan pengalaman belajar melalui proyek nyata dan pemecahan masalah autentik yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>STEAM dan Deep Learning<\/strong>, sebagai pendekatan lintas disiplin ilmu yang mendorong kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta pemahaman yang lebih mendalam terhadap materi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pembelajaran Berdiferensiasi<\/strong>, yaitu pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan, minat, kesiapan, dan gaya belajar setiap peserta didik sehingga seluruh siswa memperoleh kesempatan belajar secara optimal.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Selain membahas model pembelajaran, narasumber juga menyoroti pentingnya integrasi <strong>Artificial Intelligence (AI)<\/strong> dalam dunia pendidikan. AI dipandang sebagai teknologi yang dapat membantu guru dalam menyusun perangkat pembelajaran, mengembangkan media pembelajaran, merancang asesmen, menganalisis hasil belajar, hingga memberikan umpan balik secara lebih cepat dan efektif. Namun demikian, beliau menegaskan bahwa pemanfaatan AI harus tetap disertai etika, kemampuan berpikir kritis, dan profesionalisme guru.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan pembekalan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai tantangan mengajar di sekolah, implementasi pembelajaran berdiferensiasi, hingga pemanfaatan AI dalam kegiatan pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui kegiatan ini, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang berharap seluruh peserta PLP memiliki kesiapan akademik, pedagogik, profesional, dan digital sebelum terjun langsung ke sekolah. Pembekalan ini menjadi langkah strategis dalam mencetak calon guru yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, mampu mengimplementasikan pembelajaran yang berdampak, serta berkontribusi dalam mewujudkan pendidikan Indonesia yang berkualitas di era transformasi digital.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semarang \u2013 Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) bagi seluruh mahasiswa program studi kependidikan pada Rabu, 2 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi pendidikan di lingkungan FST, termasuk Program Studi Pendidikan Matematika, sebagai bekal sebelum melaksanakan praktik di sekolah. Kegiatan pembekalan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":81821,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"saved_in_kubio":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-81828","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pendidikanmatematika.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/81828","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pendidikanmatematika.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pendidikanmatematika.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikanmatematika.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikanmatematika.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=81828"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pendidikanmatematika.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/81828\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":81831,"href":"https:\/\/pendidikanmatematika.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/81828\/revisions\/81831"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikanmatematika.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/81821"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pendidikanmatematika.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=81828"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikanmatematika.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=81828"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pendidikanmatematika.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=81828"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}