Jurusan Matematika UIN Walisongo Gelar Workshop Riset Berdampak, Dorong Dosen Tembus Hibah Nasional
Semarang – Jurusan Matematika UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan Workshop Riset Berdampak bertajuk “Strategi Menembus Pendanaan Hibah Nasional dan Hilirisasi Hasil Penelitian”, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kapasitas dosen dalam mengembangkan penelitian yang berkelanjutan, kompetitif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Workshop ini ditujukan untuk mendorong dosen di lingkungan Jurusan Matematika, khususnya Program Studi Pendidikan Matematika dan Program Studi Matematika, agar lebih aktif melaksanakan penelitian secara berkesinambungan, menyusun peta jalan penelitian, serta meningkatkan peluang memperoleh pendanaan hibah penelitian nasional. Kegiatan diawali dengan sambutan Wakil Dekan II, Dr. Atik Rahmawati, S.Pd., M.Si. Dalam sambutannya, beliau berharap workshop ini dapat memberikan wawasan dan motivasi kepada dosen untuk terus mengembangkan penelitian yang berkelanjutan dan berdampak. “Penelitian harus terus dikembangkan secara berkelanjutan agar memberikan kontribusi nyata. Hilirisasi hasil penelitian tidak hanya menjadi peluang bagi bidang sains atau penelitian murni, tetapi juga sangat terbuka untuk bidang pendidikan. Oleh karena itu, dosen perlu melihat peluang penelitian yang dapat dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, Dr. Mujiasih, M.Pd., turut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat budaya penelitian di lingkungan Jurusan Matematika. “Melalui workshop ini, kami ingin mendorong para dosen agar tidak berhenti pada satu kegiatan penelitian, tetapi mampu mengembangkan penelitian secara berkelanjutan melalui peta jalan yang terarah. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi dosen untuk mengajukan proposal hibah, membangun kolaborasi, dan menghasilkan penelitian yang memberikan dampak nyata, khususnya dalam bidang pendidikan matematika,” tuturnya.

Workshop menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Dr. Widowati, S.Si., M.Si., dari Universitas Diponegoro dan Dr. Muhtarom, M.Pd. dari Universitas PGRI Semarang, yang membagikan wawasan dan pengalaman mengenai strategi memperoleh pendanaan hibah penelitian nasional serta pengembangan hasil penelitian. Prof. Widowati menyampaikan materi bertajuk “Strategi Menembus Hibah Penelitian: Optimasi Matematika dan Hilirisasi Produk Riset Berdampak.” beliau menekankan pentingnya kebaruan penelitian, kesesuaian dengan prioritas riset nasional, kolaborasi dengan mitra, serta kejelasan luaran penelitian. “Penelitian perlu dirancang dengan memperhatikan kebaruan, urgensi, dan kebutuhan mitra. Selain menghasilkan publikasi ilmiah, penelitian juga perlu diarahkan pada luaran yang dapat dikembangkan lebih lanjut, seperti model, prototipe, kekayaan intelektual, maupun produk yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan dunia industri,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. Muhtarom, M.Pd., membawakan materi “Strategi Menembus Pendanaan Hibah Penelitian Nasional.” Dalam paparannya, beliau menguraikan berbagai aspek penting dalam penyusunan proposal penelitian berdasarkan perspektif reviewer. “Proposal penelitian yang kompetitif harus mampu menjawab lima pertanyaan mendasar: mengapa masalah tersebut penting, apa kebaruan penelitian yang ditawarkan, mengapa tim pengusul mampu melaksanakannya, apakah metode yang digunakan sudah tepat, dan apa nilai tambah penelitian tersebut apabila didanai,” paparnya. Beliau juga mengingatkan dosen untuk mempersiapkan proposal sejak awal, memahami panduan hibah, membangun kolaborasi, serta memastikan kesesuaian antara rumusan masalah, metode, anggaran, dan luaran penelitian.
Melalui workshop ini, Jurusan Matematika UIN Walisongo Semarang berharap para dosen semakin termotivasi untuk membangun tradisi penelitian yang berkelanjutan. Tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kewajiban tridarma perguruan tinggi, penelitian diharapkan mampu menghasilkan inovasi, memperkuat kontribusi akademik, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Upaya ini sejalan dengan semangat Kementerian Agama (Kemenag) dalam mendorong terwujudnya perguruan tinggi keagamaan yang unggul, berdaya saing, dan berdampak melalui penguatan budaya riset dan inovasi. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Jurusan Matematika dalam meningkatkan kualitas penelitian dan memperluas kontribusi perguruan tinggi melalui riset yang inovatif, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat


No responses yet