Jurusan Matematika UIN Walisongo Perkuat Implementasi Kurikulum OBE melalui Analisis Ketercapaian CPL

Semarang (Humas Kementerian Agama) – Jurusan Matematika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan Workshop Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) bertema “Analisis Ketercapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)”, Kamis (29/10/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Sidang Lantai 4, Gedung Rektorat UIN Walisongo Semarang, pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan dosen dalam mengimplementasikan kurikulum berbasis OBE, khususnya dalam menganalisis dan mengukur ketercapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Melalui workshop ini, dosen diharapkan tidak hanya mampu merumuskan capaian pembelajaran, tetapi juga memastikan bahwa setiap kompetensi yang ditetapkan dapat diukur melalui instrumen penilaian dan bukti asesmen yang tepat.

Kegiatan dibuka oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Fatah Syukur, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa penerapan kurikulum OBE tidak cukup hanya berorientasi pada penyusunan CPL, tetapi juga harus disertai mekanisme pengukuran untuk mengetahui sejauh mana capaian pembelajaran tersebut telah terpenuhi. “Dalam implementasi kurikulum OBE, program studi bukan hanya bertugas menyusun Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), tetapi juga harus memastikan bahwa CPL tersebut dapat diukur. Dengan demikian, ketercapaian kompetensi lulusan dapat diketahui dan hasilnya menjadi dasar untuk melakukan evaluasi serta perbaikan proses pembelajaran,” ungkap beliau.

Workshop menghadirkan dua narasumber, yaitu Prof. Dr. Sri Wahyuni, S.U. dari Universitas Gadjah Mada dan Prof. Dr. Ibrahim, S.Pd., M.Pd. dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pada sesi pertama, Prof. Dr. Sri Wahyuni, S.U. menyampaikan materi bertajuk “Analisis Ketercapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)”. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa analisis ketercapaian CPL merupakan bagian penting dalam implementasi kurikulum OBE setelah perangkat kurikulum ditetapkan dan proses pembelajaran dilaksanakan. Beliau menguraikan keterkaitan antara visi, misi, tujuan, dan strategi (VMTS), profil lulusan, CPL, pengalaman belajar, pemetaan mata kuliah terhadap CPL, hingga perumusan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). Seluruh komponen tersebut harus memiliki keterhubungan yang logis dan konsisten agar ketercapaian kompetensi lulusan dapat dianalisis secara tepat.

Lebih lanjut, Prof. Sri Wahyuni menjelaskan bahwa pengukuran ketercapaian CPL dapat dilakukan berdasarkan hasil asesmen pembelajaran, seperti Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian Akhir Semester (UAS), tugas, serta pengalaman belajar mahasiswa. Tingkat ketercapaian CPL dinyatakan dalam bentuk persentase yang diperoleh dari perbandingan antara rata-rata skor nilai yang diperoleh mahasiswa dengan skor maksimal. Hasil pengukuran tersebut memberikan gambaran mengenai tingkat pencapaian kompetensi mahasiswa terhadap target pembelajaran yang telah ditetapkan. Beliau juga menekankan bahwa ketepatan pengukuran CPL sangat bergantung pada ketepatan perumusan CPMK, pemetaan CPMK terhadap CPL, serta pemetaan mata kuliah terhadap CPL. Oleh karena itu, keselarasan antara kurikulum, proses pembelajaran, dan instrumen penilaian menjadi hal penting untuk menghasilkan analisis ketercapaian CPL yang akurat.

Selanjutnya, Prof. Dr. Ibrahim, S.Pd., M.Pd. menyampaikan materi bertajuk “Analisis Ketercapaian CPL: Bukti Penilaian dan Perbaikan Pembelajaran”. Pada sesi kedua ini, peserta mendapatkan pemahaman lebih mendalam mengenai aspek teknis pengukuran ketercapaian CPL, mulai dari kesesuaian instrumen penilaian, pengolahan skor, pembobotan, hingga penyusunan laporan hasil ketercapaian pembelajaran. Beliau menekankan bahwa analisis ketercapaian CPL harus didukung bukti penilaian yang jelas dan dapat ditelusuri, baik pada tingkat mata kuliah, mahasiswa, maupun angkatan. Instrumen asesmen juga harus sesuai dengan kemampuan yang hendak diukur sehingga hasil penilaian dapat memberikan gambaran objektif mengenai kompetensi mahasiswa.

Selain pengukuran, hasil analisis CPL perlu dimanfaatkan untuk mengidentifikasi aspek pembelajaran yang masih memerlukan perbaikan. Beberapa tindak lanjut yang dapat dilakukan antara lain memberikan latihan tambahan, menyampaikan umpan balik berdasarkan rubrik penilaian, serta memberikan kesempatan praktik ulang kepada mahasiswa. Dengan demikian, evaluasi ketercapaian CPL tidak hanya menjadi kegiatan administratif, tetapi juga menjadi dasar peningkatan kualitas pembelajaran. Melalui kegiatan ini, Jurusan Matematika FST UIN Walisongo Semarang berupaya memperkuat kualitas implementasi kurikulum OBE melalui pengembangan sistem evaluasi pembelajaran yang lebih terukur dan berbasis bukti. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Kementerian Agama Republik Indonesia dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi keagamaan, mengembangkan kualitas akademik, serta mendorong perguruan tinggi agar menghasilkan lulusan yang kompeten, unggul, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta perkembangan zaman.

Menutup kegiatan, Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, Ibu Dr. Mujiasih, M.Pd., menyampaikan bahwa workshop ini menjadi tindak lanjut bagi program studi untuk melakukan analisis ketercapaian CPL secara lebih mendalam. Menurut beliau, penyusunan CPL harus diikuti dengan upaya pengukuran agar program studi dapat mengetahui secara jelas sejauh mana capaian pembelajaran telah terpenuhi. “Workshop ini menjadi tindak lanjut bagi kami untuk melakukan analisis ketercapaian CPL lebih lanjut. Seperti yang disampaikan oleh Bapak Dekan, tugas program studi bukan hanya menyusun CPL, tetapi juga memastikan bahwa CPL tersebut dapat diukur. Oleh karena itu, kami perlu melakukan analisis lebih lanjut berdasarkan bukti penilaian yang tersedia, sehingga ketercapaian CPL dapat diketahui dan hasilnya menjadi dasar untuk perbaikan pembelajaran ke depannya,” ungkap beliau.

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *